OBESITAS
Narasumber: Marleni Dwi Astuti RSMH Palembang
Permasalahan berat badan berlebih atau yang lebih dikenal dengan obesitas merupakan masalah umum yang sering terjadi di kalangan masyarakat saat ini. Seiring dengan kemajuan teknologi di industri makanan,hal ini mendorong terciptanya kondisi untuk menyajikan makanan enak yang cepat santap dan cepat saji. Terkadang dalam proses inovasi makanan tersebut kita luput untuk mempertimbangkan keseimbangan nutrisi makanan yang terkandung di dalamnya.
Bukan hanya itu
selain tuntutan untuk bekerja dengen efektif dan efisiensi waktu yang maksimal
juga membuat kita abai dalam mempertimbangkan kandungan gizi makanan keseharian
kita.
Obesitas terjadi
bukan hanya karena sekedar faktor pengaruh makanan, obesitas juga bisa terjadi
karena pola hidup yang tidak sehat pun bisa juga disebabkan oleh faktor
genetik, seperti kurangnya olahraga dan aktivitas fisik lainnya. Obesitas tidak
hanya terjadi pada orang dewasa,obesitas pun juga terjadi pada kalangan
anak-anak.
Tidak hanya itu,
obesitas juga membawa efek yang tidak baik pada kesehatan tubuh dan juga
mengurangi tampilan performa seseorang. Para penderita obesitas umumnya mengalami
ketidakpercayaan diri yang disebabkan oleh bentuk tubuh yang jauh dari kata
ideal.
Dampak buruk
obesitas bagi kesehatan diantaranya meningkatkan resiko terkena serangan
jantung, diabetes mellitus atau yang pada bahasa awam lebih dikenal dengan
kencing manis, peningkatan kadar kolesterol darah, hingga bisa menyebabkan
resiko kematian.
Bilamana seseorang dikatakan sebagai penderita
obesitas?
Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh adalah cara yang
dapat dilakukan untuk menentukan apakah tubuh kamu terlalu kurus, ideal, gemuk,
hingga obesitas. Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung BMI adalah menggunakan
sistem metrik pengukuran, yaitu berat badan dalam kilogram (kg) dibagi dengan
tinggi dalam meter (m) dikuadratkan.
BMI = BB / TB2
Seorang dikatakan
sebagai penderita obesitas bila Berat Massa Index (BMI) dengan pengelompokan
sebagai berikut:
- Seseorang
mengalami obesitas jika BMI-nya berada di atas angka 25.
- Saat BMI
seseorang menyentuh angka 23–24,9, maka ia dikategorikan mengalami
kelebihan berat badan.
- BMI normal berada
di kisaran angka 18,5–22,9.
- Jika seseorang
memiliki BMI di bawah angka 18,5, maka ia memiliki berat badan di bawah
normal.
Referensi:
(Doc. Hukormas RSMH)
Komentar
Posting Komentar