Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan dalam Kandungan melalui Artificial Intelligence
Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan dalam Kandungan melalui Artificial Intelligence
Dr. dr. Nuswil Bernolian, Sp.OG, Subsp. KFM, MARS
( RSMH Palembang)
Melahirkan
sang buah hati dalam kondisi sehat tanpa kekurangan suatu apapun juga merupakan
impian semua orang tua di dunia ini. Akan tetapi, masih ada bayi yang lahir
dalam kondisi tidak sempurna, misalnya mereka menderita Penyakit Jantung Bawaan
(PJB) yang tentu berdampak bagi kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak
Dr.
dr. Nuswil Bernolian, Sp.OG, Subsp. KFM, MARS, Dokter Spesialis Obstetri dan
Ginekologi Konsultan Fetomaternal RSMH
Palembang membuat riset mengenai Artificial Intelligence (AI) dan biomarker yang
dapat digunakan untuk mengetahui celah sekat jantung janin dalam kandungan.
Secara
global, penyakit jantung bawaan ditemukan pada 8 dari setiap 1.000 kelahiran
hidup. Setiap tahunnya terdapat 1,35 juta anak yang lahir dengan kelainan jantung bawaan.1,2 Angka kejadian
Penyakit Jantung Bawaan (PJB) di Asia lebih tinggi dibandingkan dengan rerata
global, mencapai 9,3 kasus per 1.000 kelahiran hidup.1 Ventricular Septal
Defect (VSD), Atrial Septal Defect (ASD), dan Patent Ductus
Arteriosus (PDA) menyumbang 57,9% kasus penyakit jantung bawaan secara global.3
Penyakit
jantung bawaan dapat dideteksi dini pada usia kehamilan 18–22 minggu dengan
tingkat deteksi mencapai 80%4,5 Sejauh ini, beberapa biomarker
diduga berperan sebagai prediktor PJB,
meliputi TNF-alfa, VEGF-D, dan HB-EGF.6,7 Seiring dengan
perkembangan teknologi, selain melalui pemeriksaan ultrasonografi dan biomarker,
AI dapat digunakan untuk membantu diagnosis PJB dalam kandungan sehingga dapat meningkatkan akurasi
diagnostik dan mempersiapkan pemberian terapi.8–10
Penelitian ini terdiri atas 2 fase.
Fase pertama berupa penelitian deskriptif eksploratif melalui pembuatan suatu
model interpretasi sebagai metode deteksi risiko PJB dalam kandungan. Fase
kedua untuk mengukur kadar biomarker
pada subjek kasus dan kontrol. Penelitian ini
diselenggarakan di KSM/Bagian Obstetri Ginekologi, RSUP dr. Mohammad
Hoesin/Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Pemeriksaan ELISA
untuk ketiga biomarker dilakukan di Laboratorium Pusat
Prodia, Jakarta. Pembuatan model AI melalui CNN
arsitektur DenseNet dan ResNet dari video yang tervalidasi dilakukan di ISysRG,
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya. Untuk membuat model AI ini,
didapatkan 24
kasus dari 23 subjek dan 56 subjek kontrol dan diperlukan waktu sekitar 1 tahun mulai dari
mengumpulkan data, memproses data, dan akhirnya mampu mengembangkan model AI
untuk mendeteksi defek septum jantung janin dalam kandungan yang umum terjadi
seperti ASD, VSD, dan AVSD. Model
AI juga dibandingkan dengan dua pemeriksa. Selain itu, dilakukan anamnesis
untuk mengumpulkan data demografi dan riwayat klinis ibu.
Sebagai kesimpulan, model AI untuk pemeriksaan PJB dari data
ekokardiografi janin berdasarkan arsitektur DenseNet201 telah berhasil
dikembangkan dan mampu memberikan performa yang baik terhadap PJB pada janin
berdasarkan data rekaman video ultrasonografi. Kedua ahli fetomaternal dan AI
memiliki kesesuaian yang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar
TNF-alfa ibu yang rendah dan risiko PJB. Selain itu, tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara kadar VEGF-D yang tinggi dan PJB serta tidak terdapat
hubungan yang bermakna antara kadar HB-EGF yang tinggi dan PJB.
Besar harapan riset ini bisa
dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi suatu perangkat lunak yang dapat dipakai
di mesin ultrasonografi (USG) untuk memudahkan deteksi dini oleh dokter umum
dan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di seluruh wilayah Indonesia terutama
yang berada di daerah. Hal ini sejalan dengan misi dari Kementerian Kesehatan
dalam transformasi sistem kesehatan.
Selain
itu, melalui penelitian ini, diharapkan sistem rujukan menjadi lebih baik agar kasus-kasus PJB dalam kandungan
dapat dideteksi dini dan mendapatkan tatalaksana yang adekuat. Dengan demikian, tingkat morbiditas dan
mortalitas akibat kasus PJB dapat diturunkan.
Referensi:
1. van Der Linde D,
Konings EEM, Slager MA, Witsenburg M, Helbing WA, Takkenberg JJM, et al. Birth
prevalence of congenital heart disease worldwide: A systematic review and
meta-analysis. J Am Coll Cardiol. 2011;58(21):2241-7.
2. Cunningham F. Gary, Kenneth JL, Steven LB,
Jodi SD, Barbara LH, Brian MC, et al. Williams obstetrics. 25th edition. New
York: McGraw-Hill Education, 2018.
3. Liu
Y, Chen S, Zühlke L, Black GC, Choy MK, Li NX, et al Global birth prevalence of
congenital heart defects 1970-2017: Updated systematic review and meta-analysis
of 260 studies. Int J Epidemiol. 2019;48(2):455-63.
4. Marek
J, Tomek V, Škovránek J, Povýšilová V, Šamánek M. Prenatal ultrasound screening
of congenital heart disease in an unselected national population: A 21-year
experience. Heart. 2011;97(2):124-30.
5. Singh
Y, McGeoch L. Fetal anomaly screening for detection of congenital heart
defects. J Neonatal Biol. 2016;05(02):1-5.
6. Miyoshi
T, Hosoda H, Nakai M, Nishimura K, Miyazato M, Kangawa K, et al. Maternal
biomarkers for fetal heart failure in fetuses with congenital heart defects or
arrhythmias. Am J Obstet Gynecol. 2019;220(1):104.e1-104.e15.
7. Biró
O, Rigó J, Nagy B. Noninvasive prenatal testing for congenital heart
disease–cell-free nucleic acid and protein biomarkers in maternal blood. J
Matern Neonatal Med. 2020;33(6):1044-50.
8. Yu
L, Guo Y, Wang Y, Yu J, Chen P. Segmentation of fetal left ventricle in
echocardiographic sequences based on dynamic convolutional neural networks. IEEE
Trans Biomed Eng. 2017;64(8):1886-95.
9. Dong
S, Luo G, Wang K, Cao S, Li Q, Zhang H. A combined fully convolutional networks
and deformable model for automatic left ventricle segmentation based on 3D
echocardiography. Biomed Res Int. 2018;1-16.
10. Bridge
CP, Ioannou C, Noble JA. Automated annotation and quantitative description of
ultrasound videos of the fetal heart. Med Image Anal. 2017;36:147-61.
11. Nurmaini
S, Rachmatullah MN, Sapitri AI, Darmawahyuni A, Tutuko B, Firdaus F, et al.
Deep learning‐based computer‐aided fetal echocardiography: Application to heart
standard view segmentation for congenital heart defects detection. Sensors.
2021;21(23):8007.
(Doc Humas RSMH)


Komentar
Posting Komentar