Terapi Bermain pada Anak Autisme
Terapi Bermain pada Anak Autisme
Narasumber : Esih Herlina,
S.Kep., Ns (Sub Instalasi Ibu dan Anak, Selincah I RSMH)
Pada masa perkembangannya, anak-anak akan mengalami
proses pembelajaran (Indahwati, 2013). Beberapa literatur
menyatakan bahwa terapi yang bisa dilakukan untuk anak dengan kasus autis
tersebut yakni terapi bermain (Iskandar & Indaryani, 2020; Putri, 2017). Bermain merupakan
suatu cara untuk menilai kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan social (Mulyani et al., 2021). Terapi bermain ini
bertujuan untuk mengembangkan intelegensi anak, namun terapi ini membutuhkan
waktu karena tergantung pada kemampuan adaptasi anak dan tingkatan gangguan
autism anak itu sendiri (Putri, 2017). Perawat dapat
melakukan terapi bermain ini dengan mengembangkan dan memperluas sosialisasi,
belajar untuk mengatasi masalah yang ada, mengenal nilai moral dan etika,
belajar dari kesalahan dan bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya (Wong, 2009).
Terapi bermain yang dapat dilakukan antara
lain bermain puzzle, melempar bola ke keranjang (Putri, 2017), bisa juga dengan
bermain plastisin dan karton gambar dalam rangka merangsang kemampuan interaksi
sosial pada anak (Iskandar & Indaryani, 2020). Terapi bermain
dapat dilakukan selama 2 jam/ hari dalam waktu 6 hari (Rapmauli, 2015). Penelitian dari
Burhan Malik (2010) bahwa terapi bermain yang dilakukan sambil berolahraga
ternyata sangat efektif dalam meningkatkan konsentrasi pada anak autis.
Referensi
Adriana, D., Suslia, A., & Utami, T. (2017). Tumbuh
kembang & terapi bermain pada anak. Salemba Medika.
Indahwati,
D. (2013). Terapi bermain untuk melatih konsentrasi pada anak yang mengalami
gangguan autis. Procedia : Studi Kasus Dan Intervensi Psikologi, 1(1),
41–45. https://doi.org/10.22219/procedia.v1i1.1375
Iskandar,
S., & Indaryani, I. (2020). Peningkatan Kemampuan Interaksi Sosial pada
Anak Autis Melalui Terapi Bermain Assosiatif. JHeS (Journal of Health
Studies), 4(2), 12–18. https://doi.org/10.31101/jhes.1048
Mulyani,
S., Musfiroh, M., & Heru, U. (2021). Efektifitas Terapi Bermain Terhadap
Perkembangan Komunikasi dan Sosial Pada Anak Autis The Effectivity of Playing
Therapy on Communication and Social Development on Autistic Children. 9(2),
62–67.
Putri,
K. M. (2017). Hubungan terapi bermain dengan pertumbuhan dan perkembangan pada
anak autis. Menara Ilmu, XI(78), 152–166.
Rapmauli, D. (2015). Pengaruh terapi bermain flascard untuk
meningkatkan interaksi sosial pada anak autis di miracle centre surabaya. Jurnal
Psikologi Indonesia Pesona, 4(1).
Wong, D. L. (2009). Buku ajar keperawatan pediatrik Wong. Buku Kedokteran EGC
(Doc Hukormas RSMH).
Komentar
Posting Komentar