Relaksasi Benson Terhadap Nyeri pada Pasien Kanker Payudara

Relaksasi Benson Terhadap Nyeri pada Pasien Kanker Payudara

Narasumber : Esih Herlina, S.Kep., Ns (Sub Instalasi Ibu dan Anak, Selincah I RSMH)

 

Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering diderita oleh perempuan dan merupakan penyebab kematian kanker tersering pada perempuan termasuk di Indonesia. Pasien kanker payudara memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya seperti nyeri, kecemasan, dan kelelahan (Fadilah et al., 2016). Nyeri tersebut timbul dikarenakan adanya pembesaran ukuran sel kanker, adanya luka atau sudah mengalami penyebaran ke tulang (Maysaroh, 2013). Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, nyeri adalah berasa sakit (seperti ditusuk-tusuk jarum atau seperti dijepit pada bagian tubuh); rasa yang menimbulkan penderitaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2021).

 

Skala nyeri pasien kanker bervariasi sesuai dengan tingkat rangsang nyeri yang pasien rasakan. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, skala nyeri yang pasien rasakan berkisar antara 0 – 10 dengan menggunakan skala intensitas nyeri numerik (NRS) (Fadilah et al., 2016). Untuk mengatasi nyeri tersebut, cara yang dapat dilakukan yakni melalui relaksasi. Relaksasi bisa diartikan sebagai teknik yang dapat dilakukan untuk mengatasi stress melalui peningkatan aliran darah yang berdampak pada pengurangan rasa cemas dan khawatir (Abbasi et al., 2018). Relaksasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri pada pasien kanker payudara adalah teknik relaksasi benson.

 

Teknik relaksasi benson merupakan teknik relaksasi yang mengkombinasikan keyakinan dari diri guna mempercepat tubuh menjadi nyaman sehingga sensasi nyeri berkurang. Menurut (Ui, 2012)Purwanto (2006), tahapan relaksasi benson sebagai berikut ; a). ciptakan suasana tenang/ aman/ nyaman, jauhkan dari kebisingan, duduk dengan tenang, tutup mata b). Tarik napas dalam melalui hidung (jaga mulut tetap tertutup) selama 3 detik, c). hembuskan napas melalui bibir seperti meniup dan lakukan secara perlahan tanpa menggembungkan pipi, d). ucapkan kalimat spiritual sesuai keyakinan pasien sendiri seperti kalimat istigfar untuk pasien muslin. Langkah ini dilakukan sebanyak 5-7 kali. Bila ingin berhenti melakukan langkah ini, jangan langsung berhenti namun dilakukan secara perlahan – lahan seperti pertahankan duduk terlebih dahulu dan keyakinan ingin menghentikan langkah ini, tetap duduk lalu beristirahat. Barulah kembali berdiri untuk kembali melakukan aktivitas.

 

Apabila pasien melakukan relaksasi benson ini, manfaat yang dapat dirasakan oleh pasien adalah terciptanya ketentramkan jiwa, stress, dan gelisah, tekanan dan ketegangan jiwa menurun, tekanan darah menurun, tidur bisa lebih nyenyak, kesehatan mental bisa lebih baik, keyakinan meningkat, dan mampu meningkatkan interaksi dengan orang lain yang berdampak pada menurunnya nyeri akibat kanker payudara.

 

Referensi

Abbasi, I. H. R., Abbasi, F., Wang, L., Abd El Hack, M. E., Swelum, A. A., Hao, R., Yao, J., & Cao, Y. (2018). Folate promotes S-adenosyl methionine reactions and the microbial methylation cycle and boosts ruminants production and reproduction. AMB Express, 8(1). https://doi.org/10.1186/s13568-018-0592-5

Fadilah, P. N., Astuti, P., & Santy, W. H. (2016). Pengaruh teknik relaksasi hand massage terhadap nyeri pada pasien kanker payudara di yayasan kanker indonesia surabaya. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(No. 2), 221–226.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2021). https://kbbi.web.id

Ui, F. I. K. (2012). Purwanto npm 1006748803.

 

( Doc. Hukormas RSMH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CUTI BERSAMA DAN KONTINUITAS PENGOBATAN PASIEN KANKER DENGAN RADIASI

Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan dalam Kandungan melalui Artificial Intelligence

Cara Komunikasi Efektif Kepada Anak